NASIONAL

Scangkir Opini Bakal Bahas BUMN yang Terancam Bangkrut

Scangkir Opini Bakal Bahas BUMN yang Terancam Bangkrut
BATAL HAJI - Scangkir Opini episode keempat yang membahas soal pembatalan haji 2021 (foto: robby/snn)

JAKARTA - Acara Scangkir Opini garapan Satu Indonesia News Network (SNN) pekan depan, akan membahas carut marut BUMN yang masuk daftar merugi dengan utang selangit. Sejumlah narasumber sudah menyatakan siap hadir, diantaranya mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu, Rocky Gerung, Ekonom Rizal Ramli dan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy. 

“Beberapa nama masih dalam konfirmasi. Kita sangat berkeinginan Menteri BUMN Erick Thohir bisa hadir.  Penting untuk mendengar penjelasan Pak Menteri,” kata Eko Satiya Hushada, pemimpin redaksi SNN, Kamis (10/6/2021). 

Selain nama-nama tadi, SNN juga mengundang komisaris Garuda Peter F Gontha dan ekonom perempuan. “Masih dalam konfirmasi. Semoga bisa hadir,” tambahnya. 

Scangkir Opini yang merupakan singkatan dari Bebas Berbincang, Berfikir dan Beropini itu, pekan depan memasuki episode kelima. Acara ini menampilkan Refly Harun, pakar hukum tata negara yang juga pengacara itu, sebagai host. Penampilan Refly Harun memberi nilai lebih kepada acara ini. Selain piawai membawa acara, ia juga punya latar belakang keilmuan yang mumpuni. 

Dipilihnya tema soal BUMN, menurut Eko, karena BUMN memang sedang dalam sorotan publik. Ini setelah gonjang-ganjing Garuda Indonesia yang merugi Rp1,4 triliun perbulan dengan utang sebesar Rp70 triliun. Nasib yang sama juga dialami sejumlah BUMN lainnya. Di bidang infrastruktur, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mencatatkan penurunan laba signifikan pada 2020 dari Rp 2,2 triliun menjadi hanya Rp 200 miliar, dengan utang sebesar Rp90 triliun. Begitu juga dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang labanya merosot dari Rp 800 miliar menjadi Rp 128 miliar. Sementara PT PLN (Persero) utangnya saat ini mencapai Rp 500 triliun. 

“Ini yang menjadi pertimbangan redaksi, mengambil tema soal BUMN yang merugi. Tentu melalui diskusi di rapat redaksi, kemudian melihat trend isu dan data yang disajikan oleh tim pusat data dan monitoring,” jelas Eko. 

Ia mengakui, acara yang disiarkan di channel Youtube Refly Harun, Neno Warisman, Ibrahim Aji, Scangkir Opini dan Satu Indonesia News Network (SNN) itu, mendapat sambutan hangat pemirsa. Ini dapat dilihat dari tingginya jumlah penonton di channel Youtube. Terlebih Channel Refly Harun yang sudah memiliki 1,4 juta pelanggan (subscriber). Begitu juga dengan channel Youtube Neno Warisman. 

Acara ini diproduseri oleh Neno Warisman sebagai eksekutif produser dan Ibrahim Aji sebagai produser pelaksana yang kesehariannya adalah direktur konten SNN. Tim kerja lainnya, Dilianto (Redaktur Pelaksana), Mulyana (direktur bisnis) sebagai marketing dan promosi dan beberapa nama lainnya untuk urusan kamera dan editing, yakni Abi, Rezky

Robby dan Nita.

“Bang Refly Harun, Bunda Neno juga sebagai dewan redaksi SNN,” kata Eko yang juga sebagai penanggung jawab acara. Ia berharap, acara Scangkir Opini ini menjadi forum diskusi ilmiah, yang tidak mengenal kubu-kubuan dalam politik. 

“Kami memegang teguh kode etik jurnalistik. Scangkir Opini sebagai produk jurnalistik, tentu berusaha untuk menghadirkan narasumber yang berimbang dan mengedepankan akal sehat,” tegas Eko. (sa)

Berita Lainnya