OPINI

Rakyat Amerika Peringati Hari Kemerdekaan dengan Hati-Hati 

Rakyat Amerika Peringati Hari Kemerdekaan dengan Hati-Hati 

Catatan Chris Komari, Wartawan SNN di California Utara


ENAM bulan yang lalu tepatnya tanggal 20 Januari 2021, rakyat Amerika memiliki Presiden baru bernama Joseph Robinette Biden Jr, atau yang lebih dikenal dengan nama Joe Biden sebagai Presiden Amerika ke 46.

Selama masa kampanye Pilpres September 2019 hingga dinyatakan sebagai Presiden terpilih 7 November 2019, Joe Biden selalu mengatakan, menanggulangi COVID-19 adalah misi utama pemerintahnya.

Hari ke 2 setelah pelantikan Presiden, Presiden Biden langsung mengeluarkan beberapa executive orders untuk melakukan langkah-langkah konkrit dalam penanggulangan COVID-19. Salah satunya adalah mengaktifkan Undang-Undang Produksi Pertahanan Tahun 1950 (Defense Production Act of 1950), guna menghasilkan ratusan juta vaksin yang dibutuhkan. Ini harus dicapai selama 100 hari pertama dalam pemerintahannya.

Dua bulan kemudian, yakni 11 Maret 2021, Presiden Biden menandatangani UU baru pertama yang berhasil lolos dari Kongres Amerika berupa stimulus package (Bansos) untuk menolong rakyat Amerika dalam menghadapi kesulitan hidup karena COVID-19 berupa American Rescue Plan Act of 2021 sebesar $1,9 triliun. 

Dalam stimulus package Presiden Biden ini, setiap orang yang berpenghasilan kurang dari $75,000 per tahun (sekitar Rp.1 Miliar per tahun dgn kurs Rp.14.000 per $1) akan menerima bantuan berupa uang tunai sebesar $1,400 dollar.

Sebelumnya tahun 2020, di era Presiden Trump, U.S. kongres juga meloloskan bailout stimulus package sebesar $2 triliun untuk para pengusaha UMKM yang kena dampak COVID-19 dan juga perorangan atau pekerja yang kena dampak COVID-19.

Dalam stimulus package Presiden Trump itu, setiap orang yang berpenghasilan kurang dari $75,000 per tahun akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp.1,200 dollar dan $500 per anak berumur dibawah 17 tahun.

Tahun 2020 hingga 2021, total stimulus packages yang sudah lolos dari Kongres mencapai hampir $4 triliun. Jumlah yang sangat besar yang dikeluarkan oleh pemerintah Federal guna membantu rakyat USA dan itu diluar gaji PHK maksimum selama 2 tahun atau unemployment benefits  dari masing-masing negara bagian.

Target Presiden Biden adalah, selama 6 bulan ke depan khususnya pada perayaan kemerdekaan negara Amerika (USA) pada 4th July 2021 mendatang, rakyat Amerika bisa merayakan hari kemerdekaan bersama keluarga, teman dan tetangga seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan harapan 70% rakyat Amerika sudah akan mendapat full vaksin (fully vaccinated).

Apakah Presiden Biden mencapai target? Hampir, atau dalam istilah media di Amerika, menyebutnya sebagai hardly mission accomplished.

Data terakhir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang diposting tanggal 8 Juli 2021 menunjukan, baru 67.2% rakyat Amerika sudah mendapatkan 1 dosis suntikan vaksin COVID-19 dari 70% yang ditargetkan. Kemudian, sebanyak 47.6% yang sudah fully vaccinated. 

Data CDC juga mencatat, dalam masa 30 hari terakhir, masih ada kasus baru sebanyak 33.582.352 orang di seluruh Amerika, dimana 52% dari kasus baru ini adalah disebabkan oleh virus delta variant. 

Data CDC juga menunjukan jumlah orang yang meninggal selama 30 hari terakhir,  tercatat sebanyak 603, 656 di seluruh negara Amerika.

Secara data memang masih tinggi. Tetapi secara keseluruhan apa yang dilakukan dan yang sudah dicapai oleh pemerintahan Presiden Biden selama 6 bulan, sangat besar (very significant). Karena sudah mengubah kondisi di lapangan dalam kehidupan masyarakat Amerika.

Kondisi itu bisa terlihat dan dirasakan  di banyak negara bagian, khususnya pada  perayaan hari kemerdekaan negara Amerika tanggal 4 Juli 2021 yang baru lalu. 


Dibanding tahun sebelumnya, perayaan hari kemerdekaan kali ini mood-nya sangat berbeda sekali. Rakyat Amerika kembali merasakan, mengerti dan menghargai betapa mahalnya makna dari sebuah kebebasan (freedom).

Banyak kota dan provinsi yang merayakan hari kemerdekaan dengan parade terbuka dan pesta kembang api. Dimana pada perayaan tahun sebelumnya 2020, di era Presiden Trump, hal itu masih dilarang di seluruh negara bagian di Amerika.

Namun demikian, meski rakyat Amerika merasa senang bisa keluar dari rumah bertemu dengan teman dan tetangga di jalan-jalan sambil melihat pertunjukan parade dan pesta kembang api, tetapi mereka sebagian besar masih terlihat hati-hati berinteraksi. Masih banyak rakyat Amerika yg memilih tinggal di rumah nonton perayaan lewat televisi. Jika pun keluar rumah, mayoritas masih memakai masker, masih membawa hand sanitizer, masih menjaga jarak dan masih menghindari kerumunan.

Di negara bagian California Utara sendiri, tidak semua kota dan provinsi mengadakan open parade dan pesta kembang api. 

Khususnya di sekitar kota San Francisco dan Bay Area, hanya ada sebagian kecil kota yang mengadakan parade terbuka dan pesta kembang api, seperti kota Antioch, Concord dan Pleasant Hill.

The mission was hardly accomplished, but things are surely getting better in USA. Misi memang hampir atau tidak tercapai 100 persen, tetapi secara pasti, sudah banyak perubahan positif di Amerika. (*)

Berita Lainnya