INTERNASIONAL

Banjir di Jerman, 170 Tewas, 1.300 Hilang

Banjir di Jerman, 170 Tewas, 1.300 Hilang
LULUH LANTAK - Taman Kota di Bad Neuenahr-Ahrweiler yang hancur diterjang banjir bandang. (foto: Maudy Alvi/SNN)

Bad Neuenahr-Ahrweiler - Banjir bandang setinggi leher orang dewasa yang menyapu sejumlah kawasan di Jerman, sejak Rabu (14/7/2021), dilaporkan menewaskan 170 orang dan 1.300 jiwa lainnya dilaporkan hilang. Pemerintah Jerman menyatakan kejadian ini sebagai bencana nasional. 

“Daerah kami, banjir mulai datang Rabu malam, sekitar pukul 21.15 waktu setempat,” laporan wartawan SNN, Maudy Alvy yang bermukim di Bad Neuenahr-Ahrweile, di sebelah barat daya Bonn, di mana Sungai Ahr, yang mengalir ke Rhine, meluap ke tepiannya.

Banjir besar di wilayah tersebut terjadi setelah air sungai meluap merobohkan rumah-rumah dan merusak jalan serta jaringan kabel listrik. Ini merupakan bencana alam terburuk di Jerman dalam lebih dari setengah abad. Itu termasuk sekitar 98 di distrik Ahrweiler selatan Cologne, menurut data pihak kepolisian setempat.

Lalu tercatat, ratusan orang masih hilang atau tidak dapat dijangkau karena beberapa daerah tidak dapat diakses karena ketinggian air yang tinggi sementara komunikasi di beberapa tempat masih terputus.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Erftstadt di negara bagian North Rhine-Westphalia, dimana bencana itu menewaskan sedikitnya 45 orang.

"Kami berduka dengan mereka yang kehilangan teman, kenalan, anggota keluarga," katanya.

Sekitar 700 warga dievakuasi pada Jumat malam setelah sebuah bendungan jebol di kota Wassenberg dekat Cologne.

Bendungan Steinbachtal di Jerman barat, bagaimanapun, tetap berisiko jebol, kata pihak berwenang setelah sekitar 4.500 orang dievakuasi dari rumah-rumah di hilir.

Lembaga penyiaran Jerman Deutsche Welle melaporkan, sebagian besar korban berada di North Rhine-Westphalia dan Rhineland-Palatinate, sedangkan 1.300 orang yang hilang dilaporkan di kawasan Ahrweiler, di sebelah barat daya Bonn.

Operasi penyelamatan terhambat oleh terputusnya koneksi internet dan telepon di sebagian kawasan. Menurut para pejabat, banjir juga mengganggu jaringan kereta api dan pelayaran di Sungai Rhine.

Video maerial kawasan tersebut memperlihatkan rumah-rumah tersapu banjir, begitu pula jalan dan jembatan. Di Schuld, di bagian selatan kabupaten Ahrweiler, polisi mengatakan beberapa rumah ambruk. Para pejabat mengatakan sejumlah bangunan lainnya juga terancam runtuh.

Para petugas bantuan darurat dan tentara telah dikerahkan untuk menyelamatkan warga, yang sebagian terperangkap di atap rumah mereka.

Banjir besar juga dilaporkan di Belgia, Luksemburg, Perancis dan Belanda.

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang berada di AS untuk pertemuan dengan Presiden Joe Biden, mengemukakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia terkejut oleh luasnya tingkat kerusakan dan korban jiwa, dan menyatakan simpatinya kepada keluarga korban yang tewas atau hilang. (ma)

Berita Lainnya