NASIONAL

PA 212 Duga Ada yang Tekan Hakim Banding HRS

PA 212 Duga Ada yang Tekan Hakim Banding HRS
ALLAHU AKBAR - USM (baju putih) saat menyampaikan sikap PA 212, bersama direktur HRS Centre

JAKARTA - DTN Persaudaraan Alumni (PA) 212 menduga ada pihak yang mendatangi dan melakukan tekanan terhadap majelis hakim banding Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, agar menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, empat tahun kurungan penjara kepada Habib Rizieq Shihab dalam perkara RS UMMI, Bogor.  Untuk itu, DTN PA 212 minta agar DPR RI, Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial melakukan investigasi untuk mengungkap dugaan intervensi tersebut.

“Kami menduga ada pihak yang mendatangi dan melakukan komunikasi dengan majelis hakim Pengadilan Tinggi. Kami minta agar pihak terkait, dalam hal ini Komisi III DPR RI, Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial, mengungkap hal ini dengan setuntas-tuntasnya,” tegas Ketua Umum DTN PA 212 Ustadz Slamet Ma’arif (USM), dalam jumpa pers yang digelar HRS Centre, Senin (6/9/2021).

USM  juga mengatakan, temuan terbaru, teraktual, penuh dengan fakta yang dikemukakan oleh HRS centre, yakni soal plagiarisme putusan banding perkara HRS di PT DKI Jakarta, perlu ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait, khususnya DPR RI, komisi yudisial.  Selain itu, PA 212 menurut USM, sangat mengapresiasi dan mendukung penuh, langkah-langkah perlawanan hukum yang diambil HRS dan pengacaranya yang hingga kini sedang menyiapkan memori kasasi.

“Walaupun sesungguhnya, dari hati kami yang paling dalam, bahwa ini bukan kasus hukum, tapi kasus politik. Karenanya, sangat mengapresiasi, walau beliau (HRS) terdzolimi begitu rupa, tapi beliau menunjukkan sikap sebagai warga yang taat hukum, berjuang melalui jalur hukum sampai hukum tertinggi, kasasi MA,” ujar USM.

Dikatakan, ini menunjukkan HRS taat hukum, walau ini soal politik, untuk memberi pelajaran kepada semua orang, bahwa kita tidak boleh berhenti melawan kezaliman sesuai hukum. “Kami yakin, ini bukan soal hukum, tapi politik. Namun beliau (HRS) terus berjuang melalui jalur hukum,” tegas USM.

Soal plagiat, USM mendorong pihak terkait untuk menelaah dan meneliti, apakah benar ada pihak yang mendatangi, berkomunikasi mendatangi majelis hakim PT yang melakukan intervensi dan tekanan. Ini semua menurut USM, harus diungkap dengan  tuntas.

“Kami imbau kepada alumni 212, pencinta HRS, kita lanjutkan perjuangan,  bangun, dan bergerak untuk menang, jihad melawan kezaliman. Insyaallah, istiqomah, allah akan memberikan kemenangan dan insya allah kita menang di pengadilan,” ujar USM.

Ia pun mengajak pimpinan majelis zikir hingga pondok pesantren, agar terus berdoa, mengetuk pintu langit, agar Allah menghancurkan mereka yang melakukan kezaliman kepada cucu Rasulullah dan kepada ulama.

“Jangan berhenti meminta, Allah berkuasa tanpa batas. Sementara kuasa manusia ada batasnya. Kuasa rezim ada batasnya. Allah akan menghancurkan kezaliman,” tegas USM.

Sebelumnya, Direktur HRS Centre Dr H Abdul Chair Ramadhan SH, MH mengatakan, terdapat plagiarisme dalam pertimbangan hukum putusan banding HRS. Unsur plagiarisme terdapat pada uraian penjelasan ajaran (doktrin) ‘kesengajaan dengan kemungkinan yang ternyata berasal dari internet. Setidaknya bersumber dari website Hukumonline dan atau skripsi mahasiswa Fakultas Hukum yang tidak menyebutkan sumber refrensinya.

“Hasil plagiarisme itu kemudian menjadi dalil pertimbangan pemenuhan unsur ‘dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat’,”  kata Abdul Chair. (sa)

Berita Lainnya