INTERNASIONAL

Singapura Persiapkan Diri Masuk ke Endemi Covid-19

Singapura Persiapkan Diri Masuk ke Endemi Covid-19
RENTAN - Seorang warga lansia pertama yang masuk fasilitas kesehatan karena terpapar Covid 19.

SINGAPURA - Pemerintah Singapura saat ini tengah mempersiapkan diri untuk memasuki masa endemi Covid-19. Per tanggal 23 September 2021, sebanyak 82 persen penduduk Singapura telah mendapat vaksin. Targetnya, pandemi berubah menjadi endemi, jika warga telah divaksin mencapai 80 persen dari populasi Singapura untuk usia 12 tahun ke atas.

Namun tantangan yang tengah dihadapi Pemerintah Singapura saat ini, yakni sedang terjadi kenaikan kasus Covid-19. Hingga 24 September 2021, tercatat ada 1,650  kasus.  Angka ini tertinggi sejak kasus terakhir 20 April 2020 yang sempat mencapai angka 1,426 kasus. Namun rata-rata warga yang terpapar Covid-19 masih  dalam kondisi tidak parah dan dalam pengawasan intensif pemerintah setempat. Kabar baiknya lagi, lebih dari 99 persen anak-anak atau usia belum vaksin yang terinfeksi saa ini, hanya mengalami gejala ringan dan tidak memiliki efek jangka panjang. 

Dikutip dari laman website MOH (Ministry Of Health) Singapura disebutkan, sebanyak 98 persen penderita  dengan kondisi ringan, 1,7 persen memerlukan oksigen, sera 0,2 persen memerlukan perawatan di ICU. Sementara angka kematian mencapai 0,1 persen. Kasus terbaru ditemukan di asrama-asrama warga, antara lain dari kawasan Boon Lay, Jurong West, dan Tampines. Bahkan, terdapat 86 kasus baru anak-anak playgroup di Orchard yang terpapar Covid-19.

MOH menyebutkan, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit adalah 1,092, dengan jumlah 162 kasus yang memerlukan asupan oksigen, 23 kasus kritis di ICU dan umumnya lansia di atas 60 tahun. “Tiga meninggal dengan usia termuda yaitu lelaki 50 tahun yang tidak di vaksin serta tidak memiliki catatan masalah kesehatan,” jelas MOH.

PUSAT PENANGANAN COVID-19 : MOH tengah menyiapkan ribuan tempat tidur untuk warganya yang terpapar Covid 19.

Sementara terkait soal vaksin, hasil penelitian The Expert Committee on Covid-19 Vaccination (EC19V) menyebutkan, orang di usia antara 50 dan 59 memerlukan dosis booster dari vaksin yang mengandung mRNA, setelah 6 bulan menerima dosis ke-2. Apabila menerima vaksin Moderna, maka booster dengan takaran 50mcg. Untuk yang sebelumnya menerima vaksin pfizer akan diberikan 30 mcg untuk booster.

Langkah yang diambil oleh Permerintah Singapura untuk tahap persiapan, yakni isolasi mandiri (isoman) di rumah untuk penderita yang sudah di vaksin,terutama untuk anak-anak.

“Bagi golongan ini tidak perlu dibawa ke rumah sakit, begitu pula dengan orangtua yang terinfeksi dan memiliki anak usia 2 sampai 11 tahun,” demikian kata MOH.

Sedangkan pasien yang terinfeksi dan tidak parah, tetapi dengan kondisi komorbid, akan dirawat di tempat Community Treatment Facilities (CTFs). Ini adalah langkah pemerintah yang baru. Fasilitas yang disediakan pemerintah dengan peralatan yang baik dan supaya lebih dekat untuk di monitor.  

Pemerintah akan menambahkan jumlah kasur penderita covid 19 dari yang sebelumnya 1.000 kasur, menjadi 1.600. MOH dalam sepekan akan menyediakan 4,600 kasur di tempat pelayanan masyarakat (CTFs)

Fasilitas ini akan dibuka pertama kali di NTUC Health Nursing Home di Tampines, dan baru dibuka per tanggal 23 September 2021. Yang akan datang MOH akan membuka 700 kasur (hospital beds) di Changi Expo, 200 di rumah sakit Sengkang.

Strategi MOH selanjutnya, yakni mencari bantuan dari rumah sakit swasta dan Singapore Armed Force untuk bantuan menjalani program CTFs. Pasien yang pertama CTFs tiba pada 24 September, berjumlah 3 orang, yang semuanya adalah lansia. Mereka tiba dengan kendaraan khusus yang disediakan. 

Namun karena rumah sakit yang penuh, CTFs membantu warga Singapura yang memerlukan perhatian kesehatan karena terpapar covid19 seperti asupan oksigen dan perawatan intensif, akantetap dapat dilayani dengan baik. Bahkan akan ditambahkan alat kesehatan utk mendiagnosa seperti alat portable USG. Peralatan memonitor kesehatan akan di sediakan di komunitas kesehatan CTFs oleh rumah sakit Raffles Medical. (*)

 

Berita Lainnya