NASIONAL

Tersangka, Edy Mulyadi Terancam 10 Tahun Penjara

Tersangka, Edy Mulyadi Terancam 10 Tahun Penjara
BAWA TAS KUNING - Edy Mulyadi saat dicegat wartawan di Mabes Polri sebelum pemeriksaan, Senin (31/1/2022)

JAKARTA - Wartawan Forum News Network (FNN) Edy Mulyadi langsung ditahan di Mabes Polri dalam kasus ujaran ‘tempat jin buang anak’, setelah menjalani pemeriksaan hingga pukul 16.00 WIB, Senin (31/1/2022). Ia pun terancam hukuman 10 tahun penjara. 

“Pemeriksaan hari ini, status EM (Edy Mulyadi) sebagai saksi. EM menjalani pemeriksaan hingga pukul 16.00 WIB. Setelah diperiksa, dan mendengar keterangan saksi yang jumlahnya hingga 43 orang, akhirnya status EM naik menjadi tersangka,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si, dalam keterangan persnya, Senin  (31/1/2022) sore.

Menurut Ahmad Ramadhan, Edy Mulyadi langsung ditahan setelah dinyatakan sebagai tersangka. Ia pun terancam hukuman hingga 10 tahun penjara.

“Ditahan dengan alasan subjektif dan objektif. Alasan subjektif, yakni khawatir melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” kata Ahmad Ramadhan.

Edy Mulyadi disangkakan atas ucapan kiasan ‘tempat jin buang anak’, saat hadir dan berbicara dalam sebuah acara jumpa pers dengan sejumlah praktisi hukum, terkait  Ibukota Negara (IKN). Pernyataannya tersebut ditujukan Edy kepada daerah yang akan menjadi kawasan baru IKN, yakni sebagian di wilayah Balikpapan, dan sebagian lagi di wilayah Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. 

Pernyataannya ini kemudian menimbulkan reaksi banyak kalangan di Kaltim khususnya, yang menilai pernyataan Edy Mulyadi tersebut menghina masyarakat Kaltim pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya. Edy kemudian dilaporkan ke polisi dan langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian. 

Kasusnya diambil alih oleh Mabes Polri, dengan melakukan pemeriksaan. panggilan pertama Jumat pekan lalu, Edy tidak hadir, dengan alasan surat pemanggilan tidak memenuhi syarat waktu, yakni minimal 3 hari. Mabes Polri kembali mengirim surat panggilan kedua, untuk pemeriksaan Senin (31/1/2022) hari ini. 

“Kita kirimkan surat panggilan untuk dihadirkan dalam pemeriksaan. Jika tidak hadir juga, maka dilakukan penjemputan untuk dibawa ke Mabes Polri,” kata Ramadhan sebelumnya.

Edy pun memenuhi panggilan tersebut. ia hadir pagi-pagi di Mabes Polri, dengan membawa tas kuning berisi pakaian dan alat mandi. “Saya sudah siap. Siap untuk ditahan. Saya minta maaf kepada masyarakat Kalimantan, khususnya Kaltim. Saya tidak membahas lebih jauh, saya hanya minta maaf. Dan saya tetap menolak IKN,” tegas Edy saat dihadang wartawan di Mabes Polri.

Menurut Edy, ia menolak IKN bukan karena benci dengan masyarakat Kaltim, tapi justeru untuk menyelamatkan masyarakat Kaltim yang selama ini kekayaannya diambil, namun kembali tidak dengan semestinya.

“Kami justeru membela kepentingan masyarakat Kaltim pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Belum waktunya pindah ibukota, karena hanya akan membebani rakyat,” ujar Edy yang kemudian menuju ke masjid di Mabes Polri bersama para kuasa hukumnya untuk melaksanakan shalat dhuha. 

Karopenmas Divhumas Polri Ahmad Ramadhan dalam keterangannya mengatakan, Edi telah memenuhi syarat melakukan tindakan pelanggaran hukum, sehingga statusnya dinaikkan menjadi tersangka. “Akun Youtube Bang Edy Channel disita sebagai barang bukti,” ujar Ramadhan. (sa)

Berita Lainnya