NASIONAL

Emak-emak Bermunajat di Reuni 212 untuk Keselamatan Indonesia

Emak-emak Bermunajat di Reuni 212 untuk Keselamatan Indonesia
EMAK-EMAK AKTIVIS - Dari Kiri ke kanan; Neneng, Asih dan Lastu. (foto: sa)

JAKARTA - Tiga emak-emak ini rela meninggalkan rumah untuk mengikuti acara Munajat Akbar Indonesia Bersholawat Reuni 212, yang berlangsung di Masjid Agung At-Tin di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (1/12/2022). Hanya satu alasan mereka, yakni berdoa untuk keselamatan bangsa Indonesia. 

“Kami ingin menyelamatkan anak cucu kami. Kalau kami sudah tua, generasi akan berganti. Malam ini kami ingin berdoa bersama ulama-ulama yang kami cintai, memohon kepada Allah, mengetuk pintu rahmat untuk keselamatan bangsa ini,” kata Neneng, Asih dan Lastu, jamaah Munajat Akbar Indonesia Bersholawat Reuni 212 yang ditemui Satu Indonesia News Network (SNN), di selasar bagian depan Masjid At-Tin. 

Ketiga emak-emak ini tidak tidur seperti jamaah lainnya. Mereka tampak terlibat diskusi, sambil menunggu dimulainya acara. Neneng dan Asih sama-sama berasal dari Depok, Jawa Barat. Sementara Lastu berasal dari Tangerang, Banten. 

Neneng dan Asih memang bersahabat. Sementara Lastu baru sama berkenalan malam ini. 

“Saya baru kali ini bisa hadir di reuni 212. Reuni sebelumnya ada kegiatan lain,” kata Lastu. 

Berbeda dengan Neneng dan Asih, mereka sudah hadir di acara ini sejak kali pertama kegiatan digelar di Monas, 2 Desember 2016 lalu. Bahkan rutin mengikuti kegiatan reuni 212 dan sejumlah aksi 212. “Saya memang aktivis sejak mahasiswi,” ujar Neneng, lulusan sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di Jakarta itu. 

Menariknya, sang suami ternyata tidak punya semangat yang sama dengan Neneng. Ini terungkap ketika ditanya bersama siapa ia ke Masjid Agung At-Tin. “Saya bersama teman-teman ke sini. Suami nggak ikut. Dia itu beda dengan saya. Tapi ya dukung saja. Makanya saya bisa hadir di sini (Masjid At-Tin) malam ini,” kata Neneng. 

Menurut Neneng, bangsa ini harus diselamatkan dari ancaman degradasi moral, demi anak cucu mereka. Untuk itu, ia kerap mengikuti aksi  menentang apapun yang dapat mengancam bangsa ini, termasuk acara  Munajat Akbar Indonesia Bersholawat Reuni 212 malam ini.
“Saya ingin berdoa bersama para ulama untuk keselamatan Bangsa Indonesia,” tegas Neneng.

Hal senada diungkapkan Asih. Sahabat Neneng ini mengaku satu visi dan satu semangat dengan Neneng. “Kami selalu berangkat berangkat bareng kalau aksi. Malam ini kami juga datang bersama teman-teman lainnya,” kata Asih.

Sementara Lastu yang mengaku baru bisa hadir di Reuni 212 malam ini, karena setiap acara di tahun sebelumnya, bersamaan dengan kegiatan yang tak kalah pentingnya. Sehingga ia selalu absen, walau semangatnya menggebu-gebu untuk bisa hadir.

“Kalau adik saya malah rutin hadir. Saya baru kali ini,” kata Lastu.

Menariknya, warga Tangerang ini datang sendirian ke Masjid Agung At Tin, tanpa ditemani suami maupun teman lainnya. “Teman-teman ada juga hadir di sini. Tapi mereka beda lokasi rumah, agak berjauhan. Jadi nggak bisa bareng. Ya saya datang sendirian,” ujarnya.

Sama dengan Neneng dan Asih, alasan Lastu datang ke acara Munajat Akbar Indonesia Bersholawat Reuni 212 tak lain untuk berdoa bersama para ulama demi keselamatan bangsa Indonesia. “Mengetuk pintu rahmat untuk keselamatan bangsa. Itu saja alasan saya hadir di sini,” ujar Lastu. (sa)  

Berita Lainnya